| ************************************** LSSPI - Publikasi No.33(1998) lsspi@hotmail.com, lsspi@theoffice.net ************************************** | |
Penutup Para pembaca yang terhormat, Perkenankanlah saya mengakhiri uraian saya mengenai Dewan Jendral dan GESTAPU dan Kudeta Soeharto sampai di sini, walau masih banyak hal-hal yang seharusnya saya uraikan juga, sebab rindu- dendamku pada Tanah Air laksana Danau Selebar di Bengkulu, tambah ditimba tambah mendalam. Saya mohon maaf akan cara dan langgam saya yang tidak terlalu menuruti ilmu sastra, tapi laksana sungai mengalir, seperti Air Musi terjun dari Bukit Kaba (Bukit Barisan) menerjuni jurang mengarungi riam dan rantau, memenuhi panggilan lautan-lepas. Bukan salah sungai berkelok meliuk-liuk, tapi karena keadaan bumi yang harus dilalui. Bila ada nama saudara-saudara tercantum dan tersangkut dalam hal-hal yang diuraikan di dalam buku ini, saya hanya ingin menyatakan bahwa dari pihak saya pribadi tidak ada terkandung maksud menghina atau menyimpan rasa dendam, sebab sebagai telah saya katakan, dalam segi pandangan politik saya, saya tahu bahwa pada mulanya kita semna adalah satu, bahu-membabu mengabdi padaTanah Air, sa ike' ba' lidi - sa rumpun ba'sarai (satu bagai seikat lidi - sama bagai rerumpun sereh), tapi karena intervensi imperialisme dengan serum"divide et impera" kita terpecah-pecah. Maka saya kembalikan permasalahan kita semua kepada pentingnya membangkitkan kembali patriotisme sejati untuk tanpa pamrih mengabdi kepada Ibu Pertiwi dan Rakyatnya, serta sangat pentingnya pula mengamalkan agama untuk menguatkan moral kita sebagai insan manusia. Sekianlah. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, A.M. Hanafi | |
| AM HANAFI MENGGUGAT DIRINYA SENDIRI (RESENSI BUKU "AM HANAFI MENGGUGAT") | |